To view this notification widget you need to have JavaScript enabled. This notification widget was easily created with NotifySnack.
Find us on Google+ Sejarah ASEAN Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara
Custom Search

Sejarah ASEAN Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara


Sejarah ASEAN - ASEAN adalah sebuah organisasi multilateral antar negara yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.

ASEAN sendiri adalah singkatan dari "Association of South East Asian Nations" atau dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau sering disingkat PERBARA.

Sejarah ASEAN yang merupakan organisasi antar negara ini memang didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama antar negara di kawasan asia Tenggara di semua sektor seperti sosial, budaya, ekonomi, perdamaian, keamanan, dan lain sebagainya.


Sejarah ASEAN - Anggota ASEAN


Pada saat ini organisasi ASEAN dianggotai oleh 10 negara yang berada di kawasan Asia Tenggara yaitu:
  1. Singapura (pendiri ASEAN) 
  2. Malaysia (pendiri ASEAN) 
  3. Thailand (pendiri ASEAN) 
  4. Filipina (pendiri ASEAN) 
  5. Indonesia (pendiri ASEAN) 
  6. Brunei Darussalam (tahun 1984) 
  7. Vietnam (tahun 1995) 
  8. Laos (1997) 
  9. Myanmar (1997) 
  10. Kamboja (1998) 



Sejarah ASEAN - Saat Berdirinya 


Organisasi ASEAN pertama kali dibentuk hanya oleh 5 negara saja yaitu Filipina, Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Peristiwa tersebut terjadi melalui sebuah deklarasi yang disebut dengan Deklarasi Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967. Sesuai dengan namanya, deklarasi tersebut terjadi di kota Bangkok Thailand.

Pada deklarasi tersebut dibuatlah sebuah kesepakatan untuk mendirikan sebuah organisasi kerjasama multilateral antara 5 negara yaitu, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Organisasi ini secara resmi terbentuk dengan ditandatanganinya deklarasi oleh perwakilan dari 5 negara tersebut.

Lima negara pendiri ASEAN ini masing-masing diwakili oleh menteri luar negeri kelima negara :
  1. S. Rajaratnam (utusan dari Singapura) 
  2. Adam Malik (utusan dari Indonesia) 
  3. Thanat Koman (utusan dari Thailand) 
  4. Tun Abdul Razak (utusan dari Malaysia) 
  5. Narcisco ramos (utusan dari Filipina) 

Setelah berdiri selama 17 tahun, sejarah ASEAN mengalami perubahan dengan masuk negara Brunei Darussalam sebagai anggota di 7 Januari 1984. Dan sejarah ASEAN kembali diperbaharui dengan masuknya anggota baru lainnya pada 28 Juli 1995 yaitu Vietnam. Tak lama berselang, kembali anggota baru ikut bergabung dengan ASEAN 23 Juli 1997. Kali ini ada 2 negara baru sekaligus yaitu Myanmar dan Laos.

Kamboja adalah negara termuda yang ikut bergabung dengan ASEAN di tanggal 16 Desember 1998. Sejarah masuknya negara Kamboja ke dalam ASEAN sedikit mengalami kendala. Pada awalnya negara ini akan bergabung bersamaan dengan bergabungnya Myanmar dan Laos di tahun 1997. Namun pada saat itu di negara Kamboja sedang terjadi pergolakan politik. Peristiwa ini membuat anggota ASEAN lainnya mempertimbangkan untuk sementara waktu menunda masuknya Kamboja sebagai anggota baru. --Sejarah ASEAN


Sejarah ASEAN dan Latar Belakang Geografi Ekonomi 


Secara umum organisasi ASEAN bisa dikatakan sebagai organisasi yang berlandaskan geo politik ekonomi dari negara anggotanya yang netabenenya berada di Asia Tenggara. Secara keseluruhan negara-negara ASEAN bila digabungkan akan memiliki luas daratan kurang lebih 4.460.000 kilometer persegi. Jumlah ini sama dengan 3 persen dari luas daratan yang ada di bumi secara keseluruhan.

Total jumlah penduduk ASEAN kurang lebih 600.000.00 jiwa, ini sama dengan 8,8 persen dari seluruh jumlah penduduk di bumi. Oleh sebab itu ASEAN merupakan sebuah organisasi negara besar yang sangat diperhitungkan keberadaannya di dunia. Selain itu ASEAN juga telah bertumbuh menjadi sebuah kekuatan ekonomi yang sangat besar dan disegani, terutama di kawasan Asia. --Sejarah ASEAN


Arti Lambang ASEAN 


Sejarah ASEAN - Arti Lambang ASEAN - Logo ASEAN
Sejarah ASEAN - Arti Lambang ASEAN - Logo ASEAN


Sejarah ASEAN berlanjut dengan diresmikannya logo ASEAN. Lambang ASEAN ini sebenarnya telah dipakai sejak lama, namun baru secara resmi ditetapkan pada tanggal 8 April 2010.

Logo atau lambang ASEAN ini telihat berupa sebuah lingkaran dengan 3 warna. Warna biru terdapat pada bagian lingkaran terluar berbentuk cincin.

Pada lingkaran yang lebih kecil di telihat berupa cincin dengan warna putih. Sedangkan lingkaran utama di tengah menggunakan warna dasar merah menyala.

Di tengah lingkaran merah terdapat sebuah bentuk batang padi berjumlah 10 dengan tulisan “asean” di tepat bawahnya.

4 warna yang ada pada lambang ASEAN adalah sebagai perwakilan dari warna yang banyak dipakai pada bendera nasional masing-masing negara anggota. Selain itu warna-warna tersebut juga memiliki makna yang berbeda.
  • Warna kuning : lambang kesejahteraan dan kemakmuran rakyat 
  • Warna merah : lambang dinamisme dan semangat 
  • Warna putih : lambang kemurnian dan ketulusan 
  • Warna biru : lambang keamanan dan perdamaian antara negara 

Sedangkan gambar 10 tangkai padi berwarna kuning yang berada di tengah logo ASEAN menggambarkan kesepuluh negara anggota ASEAN yang diharapkan selalu bersatu dan selalu saling bekerjasama dalam satu kesatuan yang dilambangkan dengan bentuk lingkaran.


Sejarah Bendera ASEAN


Sejarah ASEAN - Bendera ASEAN
Sejarah ASEAN - Bendera ASEAN


Diresmikannya bendera ASEAN juga merupakan sebuah peristiwa penting lainnya dalam sejarah ASEAN. Peristiwa peresmian ini terjadi pada bulan Juli 1997. Bendera ASEAN berbentuk persegi panjang, serupa dengan bentuk bendera pada umumnya.

Komposisi warna pada bendera ASEAN sebenarnya sama dengan lambang ASEAN, hanya saja pada bendera, warna biru bukan berupa lingkaran cincin melainkan menjadi warna dasar bendera berupa persegi panjang.

Bendera ASEAN berwarna biru tua dengan lambang ASEAN tepat di tengah bendera ASEAN. Bendera lengkap dengan lambangnya ini melengkapi sejarah ASEAN.

**Sejarah Renang

Incoming search terms :

sejarahASEANlogo ASEANlambang ASEANbendera ASEANnegara ASEANKTT ASEANnegara-negara ASEANanggota ASEANpeta ASEANtujuan ASEAN

No comments: